Google search engine
HomeJawa TimurPeringati HUT ke-48, PPNI Lakukan Vaksinasi Massal Serentak

Peringati HUT ke-48, PPNI Lakukan Vaksinasi Massal Serentak

SKETSAKEPRI.CO.ID, Probolinggo– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), DPD PPNI Kabupaten Probolinggo melakukan pengabdian masyarakat berupa kegiatan vaksinasi massal serentak di seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/3/2022).

Kegiatan ini dibuka dengan vaksinasi menggunakan metode hipnosis anestesi di Puskesmas Pajarakan. Untuk metode ini ditangani langsung oleh 7 (tujuh) master hipnotis dari perawat PPNI Kabupaten Probolinggo.

Vaksinasi dengan metode hipnosis anestesi ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono, Ketua Dewan Pertimbangan DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Mujoko, Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Sugianto serta pengurus dan anggota DPD PPNI Kabupaten Probolinggo.

Dari vaksinasi massal serentak di 33 titik seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Probolinggo, DPD PPNI Kabupaten Probolinggo berhasil melakukan vaksinasi sebanyak 1.927 orang.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT ke-48 PPNI kepada seluruh perawat yang ada di Kabupaten Probolinggo dengan harapan ke depan perawat di Kabupaten Probolinggo dapat terus meningkatkan kompetensinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat antusias dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan vaksinasi dengan metode hipnosis anestesi yang dilakukan oleh DPD PPNI Kabupaten Probolinggo. Ke depan kami berencana untuk bekerja sama dengan PPNI yang telah mempunyai master-master hipnotis,” katanya.

Sementara Ketua DPD PPNI Kabupaten Probolinggo Sugianto mengungkapkan peringatan HUT ke-48 PPNI yang jatuh pada tanggal 17 Maret 2022 dilakukan sesuai dengan arahan dari DPW dan DPP PPNI berupa kegiatan yang sifatnya keilmuan dan pengabdian masyarakat.

“Untuk DPD PPNI Kabupaten Probolinggo melakukan kegiatan pengabdian masyarakat terutama yang terkait dengan penanganan Covid-19 berupa vaksinasi massal serentak di seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurut Sugianto, kalau untuk vaksin tidak ada bedanya dengan vaksin-vaksin sebelumnya. Hanya saja yang di Kabupaten Probolinggo itu yang membedakan ada satu titik di Puskesmas Pajarakan yang melaksanakan vaksinasi dengan metode hipnosis anestesi.

“Tetapi di seluruh wilayah di Kabupaten Probolinggo baik seluruh desa, puskesmas, rumah sakit dan tempat-tempat pelayanan kesehatan hari ini serentak mengadakan vaksinasi dalam rangka HUT ke-48 PPNI,” jelasnya.

Sugianto menerangkan yang membedakan dengan hipnosis anestesi itu metodenya. Dimana metode itu satu-satunya yang dikembangkan oleh teman-teman perawat.

Di Kabupaten Probolinggo di PPNI sudah ada 7 (tujuh) master yang sudah bisa melakukan hipnosis anestesi. Anak-anak atau orang yang takut dengan jarum suntik dan yang takut dengan vaksin bisa menjadi berani dan bisa menjadi tidak takut dengan gerakan metode hipnosis anestesi.

“Target kami ke depan, metode hipnosis anestesi ini tidak hanya untuk kegiatan vaksinasi saja tetapi juga untuk khitan. Selain itu, hipnosis ini dilakukan untuk mempengaruhi orang supaya menerima kalau diberikan hal-hal yang terkait dengan program-program pemerintah. Jadi ada sosialisasi supaya masyarakat bisa menerima, mudah menerima dan bisa mencapai target dari orang-orang yang memberikan edukator dengan dilakukan hipnosis dulu,” terangnya.

Lebih lanjut Sugianto menegaskan untuk HUT ke-48 PPNI tahun ini sangat berbeda dengan HUT-HUT yang lain di masa pandemi Covid-19. Dimana semua perawat termasuk nakes-nakes lain termasuk dokter dan tenaga kesehatan lain itu terfokus kepada penanganan Covid-19.

“Penanganan Covid-19 itu tidak hanya vaksin saja sebagai pancegahan, tapi ada yang khusus di puskesmas dan rumah sakit itu mulai dari perawatan, isolasi mandiri, isolasi terpusat sampai pada penanganan jenazah itu dilakukan dengan perawat. Tentunya bekerja sama dengan tenaga-tenaga kesehatan yang lain. Inilah makna yang sesungguhnya bahwa kita sebagai perawat itu harus aktif dan bisa melakukan peran dan fungsi di manapun kita berada,” tegasnya.

Sugianto mengharapkan perawat ke depan mampu mengisi dan mampu memberikan kontribusi yang sebaik-baiknya kepada pembangunan yang ada di Kabupaten Probolinggo pada khususnya termasuk di Indonesia pada umumnya.

“Termasuk di pendidikan, harapan kami nanti ada peningkatan-peningkatan kompetensi perawat yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan saat ini,” pungkasnya. (Ato’)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments