Google search engine
HomeRiauDi Balik Suksesnya Porprov di Kuantan Singingi, Kegamangan  “Sang Pemimpi”  Berbuah  “Kesuksesan”

Di Balik Suksesnya Porprov di Kuantan Singingi, Kegamangan  “Sang Pemimpi”  Berbuah  “Kesuksesan”

DALAM lakon atau pertunjukkan,  orang selalu  melihat siapa pemeran utama dan sutradaranya. Namun siapa di balik layar terkadang terlupakan–bahkan tak pernah dibicarakan.

Ibarat, habis manis sepah dibuang!

Banyak orang nyaman di depan layar.  Sebaliknya banyak pula nyaman di belakang layar.

Plt. Kadis PUPR Kuantan Singingi Pebri Mahmud, satu di antara yang nyaman di belakang layar.  Dia, salah seorang di balik sukses  pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau ke-10 di Kuantan Singingi yang berakhir pekan lalu.

Profil singkatnya kira-kira seperti ini: rendah hati. Enggan dipuja apalagi dipuji. Sederhana dan low profile. Intelektual berpendidikan tinggi: alumnus S-2 Teknik Sipil  Universitas Gadja Mada UGM, Yogyakarta ini punya visi jauh kedepan. Melebihi usianya yang baru 41 tahun.

Kerja ikhlasnya bersama tim (PUPR) terbukti sudah membuahkan hasil  luar biasa. Berkat tangan dinginnya bersama tim, berbagai pujian  tertuju kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

“Siapa yang tak bangga dan terharu…?”

Namun sebelum pujian itu disampaikan, Pebri mengatakan dirinya sebelum Porprov berada dalam kegamangan.  “Lai kan sudah atau indak kojo iko.”

Namun tekadnya bersama tim  sudah bulat. Berjuang siang malam mempersiapkan sarana prasarana. Segala sumber daya dimaksimalkerahkan: alat berat, dumptruk, taronton, trado milik PUPR  diturunkan. Sampai-sampai petugas irigasi se-Kuantan Singingi bahu membahu mempersiapkan sarana prasarana Porprov.

Plt. Bupati Kuantan Singingi Suhariman Amby menyebut kerja Pebri dan tim itu,  “luar biasa….” BUKAN  “biasa di luar…”

“Maksudnya”

Hanya Sekretars Umum Ikatan Keluarga  Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru, Arman Lingga Wisnu  yang tau soal itu.

Berkat kerja luar biasa itu kara Arman,  “Semua lelah hilang ketika menyaksikan acara pembukaan yang begitu spektakuler.”

“Kalau kerja biasa di luar – bagaimana pula,  Bang Arman?”

“Kerjanya tak kan selesai selesai.”

“Nyindir nie yeee,”

“Taklah,”

“Terserah awaklah yang menafsirkannya,” elak Arman sambil bergurau.

Kepada sahabat JANG ITAM,  Arman tanpa bermaksud memuji Pebri mengatakan: “Di situlah nilai plus kerja  luar biasa dinda Pebri.” 

“Lagian yang bersangkutan  (Pebri, red) tak  haus pula dengan pujian itu. Dinda Pebri itu tawadhuk,” tambah Arman tersenyum.

Pebri dan Kawan-kawan di  PUPR sudah terlatih bekerja siang malam. Bekerja di belakang layar.  Sepi dari pujian.

“Benarkah Pebri tidak haus dengan pujian? Padahal  pujian itu pantas diberikan kepadanya dan tim?”

“Saya berani  bilang tidak….” tambah Arman

Tak percaya bacalah pesan singkat di grub whas app milik Dinas PUPR Kuantan Singingi. Selaku Plt. Kadis, Pebri mengatakan,”

 “Banyak dari kami yang meneteskan air mata kebahagiaan ketika Porprov sukses.”

“Lelah kami terbayar sudah…”

“Alhamdulillah…. “

“Terima kasih kawan-kawan PUPR yang telah ikut serta mensukseskan Pembukaan Porprov Riau X tahun 2022”

Dalam pandangan Arman, sebagai pekerja, Pebri memang mempunyai mimpi. Tapi dia bukanlah seorang yang ambius, apalagi  untuk meraih sebuah jabatan.

Jabatan bagi Pebri adalah amanah dari Yang Maha  Kuasa: siap datang dan diambil kapan saja.

Kendati  Plt. Bupati Kuantan Singingi,  Suhardiman Amby memberikan jabatan sebagai Plt. Kadis PUPR pada 7 Nopember 2022 lalu  itu semata-mata karena kompetensi, profesionalitas, dan kemampuannya.

Diakui Pebri tempatkan di mana saja dia siap. “Awak siap mengabdi dimanopun nyo,  Bang…”

“Kalaulah kusuik baru ke awak ma…”

“Kalau lai aman aman ajo, urang nan buliah.”

Yang sabarya datuk. Tak kan lari bumi itu dikejar.

Sebagai datuak dengan gelar Datuk Seri Pebri Mahmud masyarakat  Kuantan Singingi berharap Pebri mampu menjaga kekompakan demi menjaga marwah daerah  (Kuantan Singingi).

Gelar Datuak untuk Pebri sebagai  Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR) Kuantan Singingi diharapkan banyak memberikan kontribusi dan kontribusi.

Dari kacamata pribadi,  saya  melihat sebenarnya: orang awak (Kuantan Singingi)  kini marasa “tak bertuan” lagi di negerinya sendiri.

Banyak pejabat hebat di Kuantan Singingi.  Banyak pula pejabat hebat asal  Kuantan Singingi  yang bertugas di luar Kuantan Singingi.  Tapi  untuk mencari pejabat sekelas Sekda pun “terpaksa”  mengimpor dari luar.   Entah kepentingan apa di balik itu.

Apakah tidak ada lagi pejabat berkualitas seperti  Alm.  Mohd. Ris Hasan,  Rasiman Rauf,  Zulkifli,  Muhamarman,  Muharlius,  Dianto Mampanini  di Kuantan Singingi ini  sehingga harus mendatangkan pejabat  dari luar…..?

Masih syukur  dari luar orang melihat Kuantan Singingi  itu kompak. Dua perhelatan (Pacu jalur dan Poprov) tahun 2022 sukses dilaksanakan. Itu membuktikan orang Kuantan Singingi itu kompak.

Kompak atau bergejolak ni…    terserahlah!

 Pujian EM

Kepiawaian pria bersahaja ini diakui oleh  Edi Martison. Seniman sejati dengan atribut koreografer (penata tari) terbaik Indonesia bahkan  Asia Tenggara “berdarah” Kuantan Singingi menyebut Datuk Pebri Mahmud itu luar biasa.

Kepada sehabatnya yang juga Sekum IKKS Pekanbaru,  Arman Lingga Wisnu,  EM sapaan akrab seniman nyentrik ini mengatakan peran besar Datuk Febri dalam menyukseskan Porprov Riau ke-10:

“Luar biaso,  Bang Arman.”

“Kok dak ado Tuak Pebri yang mengawal ambo dak akan jadi tampial anak kemanakan kito do.”

“Datuak Pebri luar biaso, Bang.”

Lalu Em melanjutkan: 

“Datuak  Febri sangat luar biasa mendampingi ambo memotivasi ambo, Bang.”

“ Tidak hanya bantuan moral dan spiritual tetapi juga banyak bantuan materi berupa peminjanan dana.  Padahal beliau tidak masuk panitia Porprov.  Beliau Plt. Kadis PU yang sangat disegani dan tompek barundiang Pak Plt, Bang.”

Tanpa bermaksud memuji,  pujian EM  kepada Pebri itu keluar dari  lubuk hati nuraninya yang paling dalam kepada  Arman – kawan lamanya ketika aktif di IKKS  Jakarta.

“Benar-benar nampak pentingnya peran Datuak Pebri, Bang”

“Sebagai datuak penyelamat yang  setia berjuang untuk  menyelesaikan persoalan-persoalan  anak kemanakannyo di nogori kito (Kuantan Singingi). 

“Luar biasa perhatian Datuak Pebri terutama anak-anak penari masal kito,  Bang Arman.”

Em melanjutkan  meski di kepanitian,  Pebri  bukanlah siapa-siapa tapi kerjanya luar biasa.

“Tak ado de, Bang Arman.”

“Datuak Pebri hanyo kebagian tukang manyalosai segalo urusan hajad sajonyo, Bang.

“Luar biaso Tuak Pebri, Plt  Kadis PU yag baru ditunjuk  lansung berperang penyelesai nan kusuik merajuik di Kuantan Singingi.”

Saya rasa, sebagai sesiman yang sudah  melalang melintang EM tak bermaksud  membandingkan kerja Pebri dengan  pejabat lainnya di Kuantan Singingi.  Tapi semangat, Pebri perlu ditiru.  Dialah  sang “pemimpi”  itu sebenarnya. 

Kegamangan  “Sang Pemimpi”  Berbuah “Kesuksesan”

Arman hanya  berkomentar sedikit ketika diminta testrimoninya tentang  Pebri: 

“Pebri adalah sang  pemimpi.”

“Pebri tahu  bagaimana cara mewujudkan mimpinya itu menjadi sebuah keberhasilan.”

“Dulu dia mimpi indah. Kini Mimpinya menjadi kenyataan.”

Bravo untuk  Datuak  Pebri….

“Selamat…!!!” (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments